Anak KU dan Istri KU yang aku sayangii
Ada banyak hal dalam hidup yang saya syukuri, tetapi tidak ada yang lebih berharga daripada keluarga kecil saya. Di balik segala kesibukan, tanggung jawab jabatan, dan dinamika pekerjaan yang sering kali penuh tekanan, rumah dan keluarga adalah tempat saya kembali untuk menemukan ketenangan.
Saya diberkati dengan seorang istri yang luar biasa, Jean Pinangkaan. Jean bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga teman cerita, pendamping dalam suka dan duka, dan seseorang yang selalu berdiri di sisi saya, bahkan ketika pekerjaan membawa saya pada situasi yang tidak selalu mudah. Banyak keputusan besar dalam hidup saya terasa lebih ringan dijalani karena ada dirinya yang selalu memberi kekuatan. Saya sering berpikir bahwa tanpa dukungan dan ketulusan hati Jean, mungkin langkah saya tidak akan sejauh ini.
Selain istri, anugerah terbesar dalam hidup saya adalah kehadiran anak kami, Hanna Mangala, yang lahir pada 25 April 2009. Saat Hanna hadir dalam kehidupan kami, saya sudah berada di usia 40-an. Karena itu, rasa syukur saya berlipat ganda. Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk merasakan kebahagiaan menjadi ayah di usia yang lebih matang, ketika banyak hal tentang hidup sudah saya pahami, termasuk makna keluarga dan kehadiran seorang anak.
Melihat Hanna tumbuh setiap hari mengingatkan saya bahwa pekerjaan dan jabatan hanyalah amanah sementara, tetapi keluarga adalah bagian dari hidup yang menetap di hati. Hanna memberikan semangat bagi saya untuk terus bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan menjadi contoh yang layak bagi generasi berikutnya, dimulai dari rumah saya sendiri.
Keluarga bagi saya bukan hanya tempat pulang, tetapi juga alasan saya terus melangkah. Di balik setiap keputusan yang saya ambil, ada doa istri yang setia dan senyum anak yang selalu membuat segala tekanan pekerjaan terasa lebih ringan. Dan untuk semua itu, saya sungguh bersyukur.
Catatan Pribadi oleh Denny Mangala


Post a Comment