Cara Menjadi Penjilat

Cara Menjadi Penjilat oleh Denny Mangala, Ditulis oleh Orang yang Sudah Terlalu Tua untuk Pura-Pura Bodoh. Saya sudah lima puluh tujuh tahun hidup di republik ini. Separuh umur saya habis di gedung y…
Cara Menjadi Penjilat

Catatan pribadi pertama oleh Denny Mangala



Beberapa hari terakhir saya mendengar adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa ada oknum dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Daerah (DKIPSD) Provinsi Sulawesi Utara yang meminta uang atau barang kepada media. Jujur saja, ketika saya pertama kali membaca berita itu, saya kaget sekaligus heran. Karena saya tahu betul bagaimana aturan di kantor kami berjalan dan bagaimana komitmen kami selama ini menjaga integritas.


Saya ingin menyampaikan ini sebagai catatan pribadi, bukan sekadar pernyataan dinas, agar jelas bahwa saya menanggapi isu ini sebagai seseorang yang bertanggung jawab penuh atas lembaga yang saya pimpin sementara ini.


Bagi saya, hal seperti ini bukan hanya tuduhan yang tidak berdasar, tetapi juga fitnah yang cukup menyakitkan. Karena selama ini, saya selalu mengingatkan seluruh jajaran bahwa tidak ada dan tidak boleh ada pemberian apa pun dari media kepada pihak dinas. Bahkan kerja sama dengan media pun belum ada pencairan sampai saat saya menulis ini. Jadi ketika muncul tuduhan ada permintaan-permintaan itu, saya bertanya dalam hati: “Dari mana dasarnya?”


Saya juga ingin menegaskan, seluruh media massa yang bekerja sama dengan kami sudah menandatangani pernyataan resmi bahwa mereka tidak diperbolehkan memberikan apa pun kepada pihak Kominfo. Aturan ini jelas dan tegas. Dan kalau ada yang melanggar, baik dari pihak media maupun internal kami, tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.


Saya secara pribadi meminta kepada siapa pun yang merasa menemukan atau mengetahui adanya pihak yang meminta uang atau barang mengatasnamakan DKIPSD, agar segera melapor. Jangan takut. Justru laporan itu sangat membantu kami menjaga nama baik instansi sekaligus membersihkan oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan nama pemerintah provinsi.


Dalam kesempatan ini, saya hanya ingin kembali menegaskan—dengan cara yang sederhana saja lewat tulisan ini—bahwa saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan profesionalitas dalam seluruh kerja sama dengan media massa. Saya tahu tanggung jawab ini bukan hal kecil, apalagi membawa nama pemerintah provinsi dan visi-misi Gubernur Yulius Selvanus.


Isu seperti ini memang melelahkan, tetapi saya memilih untuk tetap fokus pada pekerjaan dan menjaga kepercayaan publik. Harapan saya, tulisan sederhana ini bisa sedikit menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dari sudut pandang saya secara pribadi.


Catatan Pribadi oleh Denny Mangala

Post a Comment